Dua itik kesandung akar, ke desa sawentar pergi membatik bikin pintar!

October 27, 2019

Batik merupakan salah satu warisan budaya Negara Indonesia dimana di beberapa daerah di Indonesia, memiliki kekhasannya masing-masing. Seperti batik di Solo dan Cirebon contohnya. Umumnya Batik dikenal sebagai salah satu warisan budaya yang datang dari Pulau Jawa. Dan setiap daerah memiliki motif batiknya sendiri sebagai simbol kekhasan tiap-tiap daerah. 
Dua itik kesandung akar, ke desa sawentar pergi membatik bikin pintar!

Jaman sekarang, batik semakin diminati karena motifnya yang unik dan beraneka ragam sangat cocok digunakan untuk berbagai kegiatan meskipun kebanyakan memang diperuntukkan dalam kegiatan formal, namun ide penciptaan disain pakaian dengan bahan dasar kain batik sangat beragam dan sudah banyak yang mengikuti trend fashion yang sedang berkembang saat ini. Tak hanya bervariasi dari segi motif saja, namun sudah cukup banyak jenis batik yang dijual dipasaran. Tentunya dengan harga yang lebih terjangkau oleh berbagai kalangan. Salah satunya adalah batik cap. Batik cap sendiri memang lebih terjangkau jika dibandingkan batik tulis. Karena proses, alat dan bahan pewarna yang cenderung lebih simple dan tidak memerlukan waktu lama dalam proses pembuatannya menjadi faktor yang mempengaruhi harga batik ini. Namun, untuk mendapatkan nilai estetika dan nilai-nilai historis dari sisi filosofis yang lebih, batik tulis sangat cocok dijadikan pilihan utama dalam penggunaan kain batik sebagai kebutuhan outfit. Selain itu, batik tulis dipandang oleh sebagian orang melalui segi prestige-nya karena faktor proses produksi atau pembuatan batik tulis yang mengakibatkan batik tulis memiliki harga yang terbilang cukup tinggi.

Namun, jika dipandang melalui segi historisnya, maka batik ini merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tidak bisa sekedar dinilai oleh mata uang. Terutama jenis batik tulis. Karena proses batik tulis sendiri rata-rata masih dilakukan melalui prosedur yang masih tradisional. Sehingga memerlukan banyak tenaga pembatik dan bahan-bahan alami yang cukup banyak. Tenaga pembatik pun merupakan salah satu faktor penunjang dalam menjaga kelestarian kain batik ini. Tanpa adanya para tenaga ahli tersebut, kemungkinan meredupnya kecintaan batik tulis khas daerah akan kembali terjadi, karena tentu saja jumlah batik tulis yang beredar di pasaran akan semakin menurun jika tidak diimbangi dengan tenaga ahli membatik.

Faktor penting dalam melestarikan warisan budaya, yakni batik ini sendiri tidak hanya dengan berkata “aku cinta batik”, atau melakukan pembelian kain batik dengan jumlah yang cukup besar, atau hanya memakai saja, tetapi kecintaan terhadap batik juga perlu ditambah dengan cara memberikan edukasi terhadap berbagai kalangan agar muncul keinginan untuk terjun langsung dalam proses pembuatan batik, dari proses produksi hingga distribusi. 

Hal ini dilakukan juga oleh kalangan pembatik yang bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Kabupaten Blitar. Khususnya di wilayah kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar. Di wilayah ini terdapat destinasi wisata edukasi khusus batik, yakni di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Desa ini merupakan sentra pembuatan batik tulis. Salah satu motif nya adalah batik nareswari yang menggambarkan Candi Sawentar itu sendiri ditambah dengan ornamen-ornamen dedaunan. Sebagai informasi tambahan, Candi Sawentar yang terdapat di desa ini merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Majapahit.

 Jenis-jenis batik yang ditawarkan di sentra pembuatan batik di desa ini ada beberapa macam, yakni batik tulis, batik jumput dan batik kuas. Dimana alat dan proses yang membedakan ketiga batik ini. Untuk harga yang ditawarkan oleh para pembatik di sentra batik sawentar ini cukup beragam, namun batik tulis memiliki nilai yang cukup tinggi. Meskipun harga tersebut sudah pasti sebanding dengan kualitas batik tulis khas sawentar.

Destinasi wisata edukasi batik ini, bisa dikunjungi oleh berbagai kalangan namun memang difokuskan bagi kalangan pelajar, dimulai dari kelas dasar hingga mahasiswa. Tujuannya tentu saja untuk menambah pengetahuan para pelajar tentang warisan budaya batik yang harus dan wajib dilestarikan. Dari sini, diharapkan dapat memberikan efek positif yang lebih banyak kepada para pelajar agar tercipta rasa cinta dan keinginan dalam melestarikan warisan budaya batik. Selain itu, dengan datang ke lokasi ini, pelajar tak hanya mendapatkan informasi historis berkaitan dengan batik ini saja, melainkan juga pelajar yang berkunjung ke desa tersebut juga mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam proses pembuatan batik. Para pelajar dapat mencoba membatik yang tentu saja dipandu oleh tentor membatik yang cukup ahli di destinasi wisata ini. Sehingga, fasilitas ini juga dapat meningkatkan sisi kreatifitas para pelajar. 

Untuk bisa berkunjung ke wisata edukasi sentra batik sawentar di desa Sawentar, kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini bisa melalui kontak kepada POKDARWIS Kabupaten Blitar, atau Pokdarwis Cabang Sawentar untuk mendapatkan informasi detail. Selain itu, melalui Pokdarwis, organisasi yang ikut serta mengembangkan detinasi wisata lokal ini, pengunjung bisa memperoleh informasi lain mengenai paket wisata dimana biaya yang dibebankan akan lebih murah. Bahkan pengunjung bisa memperoleh informasi homestay yang cukup nyaman dan terjangkau melalui pokdarwis ini. Untuk bisa terhubung dengan pokdarwis, bisa melalui kontak email : lwangwentar@gmail.com atau melalui sekretariat pokdarwis via                          Telp/Sms/Whatsapp : 0858-0654-7878 (Arif). 

Jadi, kapan lagi bisa pintar tentang warisan budaya dan sejarah Indonesia, kalau tidak pergi ke Desa Wisata Sawentar Blitar. Tidak perlu menunggu lama, segera hubungi kontak diatas biar makin cinta sama batik. Siapa tahu, kalian justru bisa jadi salah satu pelestari batik Indonesia yang cantik-cantik tersebut. 

Dua itik kesandung akar, ke desa sawentar pergi membatik bikin pintar!

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »