Pagelaran Tiban, Ritual Kesatria Untuk Meminta Hujan - pada jaman dahulu Masyarakat Jawa Kuno percaya Bahwa Mempersembahkan Kesakitan dan Kepasrahan dalam setiap langkah dan perilaku akan membuat sang Hyang Widi Memberikan Welas Asih, Melukai diri, menyiksa diri adalah Bukti kepasrahan umat manusia Jawa.
Tradisi Melukai diri sebenarnya masih ada di dunia Modern Hingga sekarang ini, Tatto Persing adalah beberapa Contoh seni melukai diri untuk mendapatkan kesenangan dan Nilai artistik pada Bagian Tubuh tertentu.
Pada era Ini Tiban lebih Menjadi Kegiatan tradisi yang di Jaga oleh Masyarakat Di desa Budaya Lwang wentar Sawentar untuk Melatih Seni Bela diri, dan Melatih Konsentrasi, diluar Kepercayaan Akan datangnya Hujan Setelah darah Jatuh Ke tanah Selama Bertarung itu Masih tetap dipenggah teguh hingga Saat ini.
Darah yang jatuh ke tanah menurut manusia Jawa Kuno merupakan simbol Persembahan untuk Ibu pertiwi dengan Harapan Bapak / Langit Akan Iba dan welas asih Kemudian Meneteskan Hujan untuk Menghentikan Persembahan.
Turunnya Hujan adalah pertanda Bahwa rejeki akan datang, Air yang Membasahi Bunga, sayur dan Padi merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia Jawa karena Mayoritas Masyarakat Jawa dari dulu sampai sekarang adalah Petani.
Kunjungi Event Budaya kami, Klik Link dibawah untuk membantu anda sampai di lokasi menggunakan Google map :
